Minggu, 01 November 2009

Student Trip Indonesia

Live In
Program ini merupakan orientasi sosial & budaya di pedesaan. Peserta diberi kesempatan untuk hidup bersama penduduk dan bersama anggota keluarga merasakan kegembiraan dan harapan serta berpartisipasi dalam aktifitas hidup harian.Tujuan program untuk mengembangkan daya juang pribadi sebagai individu yang sadar, tanggap dan tangguh serta memiliki respon yang tinggi dalam berpartisipasi dan bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup bersama.
Metode yang digunakan dalam program ini adalah Observasi Partisipatoris. Pada tahap Pertama peserta tinggal dan hidup bersama dengan penduduk lokal seperti telah disebutkan di atas. Pada tahap berikut adalah tinjauan atau refleksi ilmiah. Para peserta berdiskusi dan sharing pengalaman yang mereka dapat selama tinggal dan hidup bersama dengan warga setempat. Tahap akhir , peserta menyusun sebuah rencana dan strategi aksi bersama sebagai sebuah tindakan konkret alternatif yang menjadi bentuk tanggungjawab dan partisipasi peserta terhadap kelangsungan hidup bersama.

Batik Cultural Exposure
Merupakan program pengenalan simbol-simbol budaya yang dituangkan dalam seni batik. Program ini mengajak peserta didik untuk menggali dan mengungkap dimensi seni, filosofis, dan historis dari batik dengan mengunjungi pusat-pusat kerajinan batik dan Museum batik di berbagai daerah di Jawa Barat (Tasikmalaya), JawaTengah (Cirebon & Pekalongan), Solo dan Yogyakarta. Objektif dari program ini adalah (sebagai out put) peserta didik disamping dapat mengetahui proses membatik juga dapat melihat dan menemukan kaitan antara ekspresi seni dan makna simbol budaya yang terkandung didalamnya.

Historical Temple Exposure
Program ini melibatkan siswa dalam sebuah peristiwa sejarah pelestarian situs candi-candi yang ada di Jawa Tengah, Yogyakarta dan sekitarnya. Peserta didik diikutsertakan dalam proses pengangkatan sebuah candi dan dibantu petugas dari Dinas Purbakala setempat mulai dari eskavasi, relokasi dan restorasi. Dalam kegiatan ini peserta didik melakukan upaya pelestarian budaya dan menjadi pelaku sejarah sekaligus menumbuhkan kesadaran akan identitas bangsa.

Metode Experiencial Learning
Ketiga program Field Trip menggunakan metode Experience Learning; melalui proses pembelajaran ini individu dapat menyusun pengetahuan, mendapatkan keterampilan dan menemukan makna dari pengalaman (Association for Experiental Education). Sebagai out put dari program di atas, setiap peserta belajar untuk membuat sebuah karya ilmiah berupa artikel, catatan perjalanan, feature atau pun sebuah refleksi pengalaman yang memiliki bobot akademik. Untuk karya terbaik dapat diajukan ke redaksi media cetak untuk dipublikasikan.

Sabtu, 05 Juli 2008

Green Adventure Indonesia

Custom Leadership & Team Building Training

Dari 1-2 Hari trainings plus outing s/d 5 hari ekspedisi outdoor untuk organisasi Anda. Dapat dipadukan dengan jadwal annual meeting perusahaan Anda

Kids & Teen Adventure Camp

Dirancang untuk menambah 'greget' liburan panjang putra-puteri Anda. Tidur di tenda, belajar mencintai alam, mencari jejak & berpetualang sambil belajar. Dipadu dengan kegiatan river tracking , rafting di arus deras, mountaineering, mereka akan belajar pola resiko-aksi-hasil yang menggairahkan. Alam terbuka pedesaan dipegunungan- Science dan Teknologi bersinergi dalam persahabatan dengan teman-teman baru dari seluruh Indonesia.

Student Field Trip

Study tour, ke pusat-pusat budaya dari Jawa Barat hingga Bali. Mulai dari Bandung - Yogjakarta - Bali. Mengenal ragam lingkungan sosial-budaya, sejarah peradaban manusia, menggali dan belajar dari kekayaan budaya bangsa, pulang membawa oleh-oleh untuk bekal ilmu di masa depan.

Social Exposure - Live in

Siswa-siswi belajar mengenal situasi masyarakat sosial, jauh dari kondisi sekitar sehari-hari. Mereka menambah wawasan budaya dengan mengenal seni, teknologi, permainan tradisional, bahasa, norma, tradisi, sejarah, masyarakat setempat. Kondisi Social-Cultural diekspose dengan tingga bersama atau Live in dan mendapat pengalaman langsung ditengah lingkungan yang baru.

White Water Rafting

Dari 15 menit hingga lima jam mengarungi arus deras bersama teman dan keluarga mengalami kembali gairah berpetualang dan membangun ikatan keakraban dan persaudaraan menjadi lebih erat lagi.

Paintball war game

Belajar membangun perdamaian dengan latihan perang, terdengar paradoksal, namun mengapa tidak. Mari bergabung dengan mereka yang berani melatih strategi, bersaing dalam kompetisi yang sportif, dengan aturan yang jelas dan tentu saja tetap aman.